311 Posyandu Kutim Masuk Sasaran Penguatan Pelayanan Kesehatan

ETENSI.COM – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memperkuat fungsi Posyandu sebagai salah satu titik pelayanan masyarakat. Dinas Kesehatan mencatat terdapat sekitar 311 Posyandu yang menjadi bagian dari jaringan pelayanan kesehatan di daerah.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutim, Dr. Hj. Yuwana Sri Kurniawati, mengatakan Posyandu memiliki peran penting dalam pemantauan kesehatan masyarakat, terutama bayi dan balita.
“Kalau tidak salah ada sekitar 311 Posyandu kita,” ujar Yuwana.
Dinkes mendukung pelayanan Posyandu dari sisi tenaga kesehatan, obat-obatan dan peralatan antropometri. Peralatan tersebut digunakan untuk melakukan pengukuran berat badan dan tinggi badan anak.
“Kita mendukung dari sisi tenaga kesehatan, obat-obatan, termasuk peralatan antropometri untuk pelayanan di Posyandu,” jelasnya.
Menurut Yuwana, kebutuhan fasilitas kesehatan di setiap wilayah tidak selalu sama. Karena itu, pengadaan peralatan dilakukan berdasarkan usulan dari Puskesmas yang mengetahui kondisi pelayanan di wilayah binaannya.
“Kalau kebutuhan alat, kita berdasarkan usulan dari Puskesmas. Mereka yang lebih mengetahui kebutuhan di wilayah masing-masing,” katanya.
Kutai Timur sendiri memiliki 21 Puskesmas. Setiap Puskesmas menjadi penghubung pelayanan kesehatan hingga tingkat Posyandu.
Dinas Kesehatan juga telah melakukan pelatihan kepada petugas terkait penggunaan peralatan antropometri. Pelatihan dilakukan untuk memastikan perangkat dapat digunakan sesuai prosedur.
“Kita juga sudah melakukan pelatihan kepada petugas supaya alat yang digunakan sesuai dengan prosedur dan hasil pengukurannya dapat dipertanggungjawabkan,” ungkap Yuwana.
Sementara kader Posyandu mendapatkan pembinaan melalui pemerintah desa dengan melibatkan tenaga Dinas Kesehatan sebagai narasumber.
Yuwana mengatakan penguatan Posyandu diperlukan karena fungsinya semakin luas. Pelayanan tidak lagi hanya berkaitan dengan kegiatan kesehatan dasar.
“Posyandu sekarang menjadi pusat pelayanan masyarakat,” jelasnya.
Penguatan tersebut diharapkan mampu membuat pelayanan Posyandu lebih terarah, sekaligus membantu masyarakat memperoleh layanan dasar tanpa harus selalu datang ke fasilitas kesehatan yang lebih jauh. Peran kader dan dukungan pemerintah desa juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pelayanan di lapangan.
“Jadi kita ingin Posyandu ini benar-benar bisa memberikan pelayanan sesuai kebutuhan masyarakat,” tambahnya.
Pemerintah berharap keberadaan Posyandu dapat semakin memperkuat akses pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat desa. Dukungan lintas sektor juga diperlukan agar pelayanan yang diberikan dapat berkembang sesuai kebutuhan warga. (Adv/Kominfo)
![]()









Tinggalkan Balasan