Kominfo Kutai Timur

Kadisdikbud Kutim: Manasik Haji Anak Usia Dini Bukan Main-Main, Ini Fondasi Keimanan

SANGATTA — Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kutai Timur (Kutim) Mulyono menegaskan, manasik haji bagi anak usia dini bukan sekadar kegiatan bermain atau seremonial. Ia menilai praktik rukun Islam kelima itu sebagai fondasi penting penanaman nilai keagamaan, moral, dan spiritual sejak dini.

Penegasan itu disampaikan Mulyono saat mendampingi 2.521 murid TK dan RA dari 48 lembaga se-Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan mengikuti pengenalan ibadah haji di Masjid Agung Al-Faruq, Bukit Pelangi, kawasan pemerintahan Sangatta, Rabu (16/09/2026). Mulyono hadir mewakili Bupati Kutim Ardiansyah.

“Pengenalan ibadah haji sejak dini merupakan bagian penting dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada anak-anak dengan cara yang menyenangkan,” kata Mulyono.

Menurut Mulyono, kegiatan yang dikemas menyerupai aktivitas bermain bersama itu tetap sarat pembelajaran. Ia menekankan, manasik haji harus menjadi sarana edukasi bermakna untuk menanamkan keimanan dan memotivasi anak-anak agar kelak menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci bersama orang tua.

“Melalui praktik rukun Islam kelima ini, diharapkan tumbuh cita-cita serta doa tulus agar setiap langkah kecil mereka menjadi ikhtiar batin yang dikabulkan oleh Allah SWT di masa depan,” harapnya.

Kegiatan bertema “Membentuk generasi islami yang bertaqwa, disiplin dan cinta Baitullah” ini melibatkan 180 pendamping. Turut hadir Bunda PAUD Kutim Siti Robiah Ardiansyah, Kepala Dinas Kesehatan dr. Yuwana Sri Kurniawati, Camat Sangatta Utara Hasdiah, Camat Sangatta Selatan Dewi Dohi, serta jajaran Forkopimda.

Dalam simulasi, murid diajarkan tahapan rukun haji: penggunaan pakaian ihram, tawaf mengelilingi replika Ka’bah, salat, prosesi sai, pelemparan jumrah di pilar Ula dan Wustho, pengenalan penyembelihan hewan kurban, hingga tahallul.

Ketua Panitia Sri Wiyanti menambahkan, tujuan utama kegiatan ini adalah pembentukan karakter positif dan penanaman sikap disiplin anak sejak usia dini. Nilai yang ditanamkan meliputi kedisiplinan, kesabaran, dan kepedulian sosial.

“Beberapa nilai utama yang akan ditanamkan pada anak-anak, meliputi kedisiplinan dalam menjalankan aktivitas, kesabaran dalam menghadapi setiap proses serta kepedulian sosial untuk saling tolong-menolong antar sesama,” pungkasnya.(Adv)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *