Kutim Targetkan Satu Guru Pendidikan Inklusif di Setiap Sekolah

ETENSI.COM– Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memperkuat pendidikan inklusif agar anak berkebutuhan khusus tetap memperoleh kesempatan belajar di sekolah reguler. Salah satu langkah yang dilakukan adalah meningkatkan kemampuan guru melalui pendidikan dan pelatihan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim, Mulyono, mengatakan sekolah tidak boleh melakukan diskriminasi terhadap peserta didik berkebutuhan khusus.
“Semua sekolah harus bisa menerima anak berkebutuhan khusus. Tidak boleh ada diskriminasi dalam memberikan layanan pendidikan,” kata Mulyono.
Menurutnya, sejak 2024 Dinas Pendidikan telah mengirimkan guru untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan terkait pendidikan inklusif. Langkah tersebut dilakukan secara bertahap untuk memperkuat kesiapan sekolah.
Mulyono menyebut terdapat ratusan guru yang telah mengikuti dan menyelesaikan tahapan pendidikan tersebut. Pada tahap sebelumnya terdapat 191 guru yang lulus, kemudian dilanjutkan dengan 297 guru pada tahap berikutnya.
Ia menargetkan setidaknya terdapat satu guru di setiap sekolah yang memiliki pemahaman mengenai pendidikan inklusif.
“Target kita minimal satu guru di setiap sekolah memahami pendidikan inklusif. Jadi ketika ada anak berkebutuhan khusus, sekolah sudah memiliki guru yang bisa memberikan pendampingan,” jelasnya.
Mulyono mengatakan Kutim tidak menerapkan konsep sekolah khusus inklusi. Seluruh sekolah memiliki kewajiban memberikan kesempatan pendidikan kepada anak berkebutuhan khusus.
Menurutnya, peningkatan kapasitas guru menjadi bagian penting agar kebijakan inklusif tidak hanya sebatas penerimaan siswa, tetapi juga diikuti kemampuan memberikan layanan pembelajaran sesuai kebutuhan.
Dinas Pendidikan akan terus memperluas pelatihan agar semakin banyak guru memiliki kompetensi pendidikan inklusif. (Adv/Kominfo)
![]()









Tinggalkan Balasan