Tekan Stunting di Kutai Timur, DP2KB Gelar Edukasi Dapur Sehat di Kampung KB ‘Bersemi’

SANGATTA – Upaya menekan angka stunting di Kutai Timur (Kutim) terus digeber melalui pendekatan edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kutim menggelar Edukasi Gizi melalui Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) di Kampung Keluarga Berkualitas “Bersemi”, Selasa (19/5/2026) pagi.

Kegiatan yang berlangsung di Balai Penyuluh KB Desa Swarga Bara, Kecamatan Sangatta Utara itu dibuka Plh Kepala DP2KB Kutim Yuriansyah T didampingi Kepala bidang penyuluhan dan pergerakan Yunita Ronting dan JFT KKB. Hadir pula Bidan Puskesmas Sangatta Utara Erniwati, Sekretaris Desa Swarga Bara, para penyuluh KB, kader Dashat, serta keluarga risiko stunting.

Dalam sambutannya, Yuriansyah menegaskan penanganan stunting tidak dapat dilakukan secara parsial. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader, hingga masyarakat desa menjadi kunci utama keberhasilan program.

“Kerja sama dengan ibu-ibu di desa, dengan puskesmas maupun pusban, menjadi kekuatan utama. Dengan kerja sama yang baik, saya pikir persoalan stunting ini bisa kita selesaikan bersama,” ujar pria kelahiran 1971.

Ia juga menekankan pentingnya hubungan yang harmonis antara kader, penyuluh KB, dan DP2KB agar program penanganan stunting berjalan selaras dan berkelanjutan. Yuriansyah menyebut, pengentasan stunting merupakan bagian dari visi pembangunan daerah yang sejalan dengan arahan Bupati Kutai Timur. Karena itu, seluruh elemen masyarakat diminta ikut mengambil peran aktif dalam menekan angka stunting.

“Stunting adalah persoalan bersama yang harus kita berantas. Ini menjadi tugas kita semua,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapat sosialisasi mengenai pola konsumsi gizi seimbang, pengolahan makanan sehat untuk anak dan ibu hamil, hingga pentingnya penerapan pola hidup sehat di lingkungan keluarga.

Suasana kegiatan berlangsung santai dan interaktif. Para ibu yang hadir, termasuk yang membawa balita, tampak antusias mengikuti setiap sesi edukasi yang diberikan oleh petugas kesehatan dan kader Dashat.
Di akhir sambutannya, Yuriansyah mengajak seluruh peserta menjaga semangat gotong royong dalam membangun keluarga berkualitas.

“Edukasi gizi bukan beban, tetapi investasi masa depan. Dengan Dashat, kita bisa mengatasi stunting secara kolektif dan mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045,” tutupnya.

Loading

Avatar photo
Avatar photo
Avatar photo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup

IKLAN ADSENSE MELAYANG BAWAH