Disdikbud Kutim Gelar Bimtek Verifikasi RKAS BOP Kesetaraan Berbasis Rapor Pendidikan

SANGATTA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) verifikasi dan validasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) Dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) Kesetaraan. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari di Hotel Royal Victoria, Sangatta, mulai Rabu (11/2/2026) hingga Jumat (13/2/2026).
Agenda ini bertujuan untuk memastikan pengelolaan dana pendidikan di Kutai Timur berjalan lebih akuntabel, transparan, dan selaras dengan regulasi terbaru, yakni Permendikdasmen Nomor 8 Tahun 2026.

Narasumber kegiatan sekaligus Koordinator Arkas SMP, Oka Oktavianus, menjelaskan bahwa Bimtek ini merupakan respons atas kebijakan pemerintah pusat yang menyalurkan dana BOP ke seluruh satuan pendidikan, baik negeri maupun swasta. Hal ini mencakup jenjang PAUD, pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C, hingga SMA.
“Satuan pendidikan diwajibkan menggunakan aplikasi ARKAS (Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah) dalam pengelolaannya. Melalui Bimtek ini, kita arahkan mereka menyusun kertas kerja sesuai petunjuk teknis (juknis) terbaru,” ujar Oka saat diwawancarai, Kamis (12/2/2026).
Dalam pemaparannya, Oka merinci bahwa penggunaan dana tersebut diprioritaskan untuk kebutuhan operasional dan peningkatan mutu, antara lain Honorarium guru dan peningkatan kualitas SDM, Biaya operasional (listrik, air, dan internet) dan Pelaksanaan asesmen pendidikan.

Menanggapi keluhan dari sejumlah pihak sekolah mengenai penggunaan aplikasi ARKAS, Oka menilai kendala yang muncul bukanlah hambatan teknis yang berat, melainkan proses penyesuaian. Menurutnya, jenjang PAUD dan kesetaraan memang baru mulai mengadopsi sistem ini secara penuh.
“Ini bukan kesulitan, tapi lebih kepada proses adaptasi. Kalau sudah terbiasa, insyaallah semua akan berjalan lancar,” tambahnya optimis.
Dengan terselenggaranya Bimtek ini, Disdikbud Kutim berharap seluruh satuan pendidikan kesetaraan dapat mengelola dana BOP secara tepat sasaran dan sesuai aturan. Hasil akhirnya diharapkan mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas layanan pendidikan bagi masyarakat di Kabupaten Kutai Timur.
![]()









