Lahan Basah Masangat Suwi Jadi Andalan Kutim dalam Konservasi Ekosistem Daerah

Kutai Timur – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menetapkan Lahan Basah Masangat Suwi sebagai prioritas utama dalam upaya pengelolaan dan perlindungan ekosistem daerah. Penetapan ini sekaligus menegaskan pentingnya kawasan tersebut dalam menjaga keseimbangan lingkungan serta keberlanjutan spesies yang hidup di dalamnya.
Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Kutim, Adrian Wahyudi, mengatakan bahwa Masangat Suwi merupakan satu-satunya Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) yang sepenuhnya berada di bawah kewenangan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur. Tiga kawasan KEE lainnya tercatat menjadi tanggung jawab provinsi maupun pihak lain.
“Dari empat kawasan ekosistem esensial di Kutim, hanya Masangat Suwi yang menjadi kewenangan kabupaten,” ujarnya.
Adrian menyebut, kawasan yang memiliki luas sekitar 17 ribu hektare tersebut menjadi habitat alami bagi sejumlah satwa penting, termasuk buaya badas hitam serta berbagai jenis burung air yang hidup dan berkembang biak di area rawa dan lahan basah.
Selain bernilai ekologis tinggi, Masangat Suwi juga dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi pusat penelitian, pendidikan konservasi, hingga tujuan wisata lingkungan berbasis riset.
“Bupati Kutim juga memberikan perhatian khusus terhadap kawasan ini karena nilainya sangat strategis,” katanya.
Untuk menjaga keberlanjutan fungsi ekologinya, DLH Kutim berkomitmen memperkuat pengawasan dan perlindungan kawasan melalui kerja sama lintas lembaga. Koordinasi intensif dengan DLH Provinsi Kaltim serta mitra konservasi juga akan terus dilakukan, mulai dari monitoring satwa, pengendalian aktivitas masyarakat, hingga penyusunan strategi pemulihan habitat.
Adrian berharap pengelolaan Masangat Suwi ke depan dapat menjadi contoh keberhasilan daerah dalam menjaga keanekaragaman hayati sekaligus meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya konservasi.ADV
![]()











