UMKM Telen Angkat Produk Khas Dayak, Topi Kayan Jadi Daya Tarik Baru

Kutai Timur – Produk kerajinan khas masyarakat Dayak di Kecamatan Telen, Kabupaten Kutai Timur, mulai mendapat sorotan karena nilai budaya dan ekonominya. Salah satu yang menonjol adalah topi tradisional suku Dayak Kayan, yang dibuat dengan teknik anyaman khas oleh pengrajin lokal di Desa Long Melah dan sekitarnya.
Produk ini tidak hanya menarik dari sisi estetika, tetapi juga menjadi simbol identitas budaya yang kuat bagi masyarakat setempat.
Camat Kecamatan Telen, Petrus Ivung, mengatakan bahwa pengembangan UMKM berbasis kearifan lokal menjadi salah satu prioritas pemerintah kecamatan.
“Topi Kayan ini unik dan hanya ada di sini. Bentuk dan anyamannya khas, jadi memiliki nilai budaya sekaligus potensi ekonomi yang besar,” ujarnya.
Selain topi, produk anyaman serawung dan kerajinan lainnya juga digarap oleh warga sebagai usaha sampingan. Pihak kecamatan mendorong agar produk-produk tersebut dipromosikan melalui berbagai kegiatan UMKM di tingkat kecamatan maupun kabupaten.
Kolaborasi dengan TP PKK pun menjadi strategi untuk memberdayakan perempuan desa, sekaligus meningkatkan keterampilan dan pendapatan rumah tangga.
“Biasanya produk UMKM dipamerkan dalam kegiatan PKK atau acara kecamatan. Kami ingin warga bisa bangga dengan hasil karya sendiri, sekaligus membuka peluang pasar baru,” tambah Petrus.
Dengan dukungan pemerintah daerah, pelatihan keterampilan, dan promosi digital, diharapkan produk khas Telen tidak hanya dikenal secara lokal, tetapi juga menembus pasar regional hingga nasional. Langkah ini diharapkan menjadi penggerak ekonomi kreatif sekaligus pelestarian budaya Dayak Kayan.ADV
![]()











