DPPKB Kutim Targetkan Angka Stunting Turun di Bawah 20 Persen

Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) semakin serius menekan angka stunting dan menargetkan prevalensi kasus turun hingga berada di bawah 20 persen.

Kepala DPPKB Kutim, Achmad Junaidi, menyampaikan bahwa target tersebut bukan sekadar rencana jangka panjang, tetapi telah menjadi fokus kerja nyata yang terus didorong melalui koordinasi lintas sektor di seluruh wilayah kecamatan.

“Target kita jelas, minimal dua digit. Semua upaya diarahkan ke sana,” tegasnya.

Junaidi memaparkan, pemerintah daerah menindaklanjuti kebijakan penurunan stunting melalui berbagai strategi berbasis data, mulai dari pemutakhiran informasi keluarga berisiko, identifikasi balita dengan tanda-tanda kekurangan gizi, hingga pengawalan program intervensi kepada ibu hamil dan menyusui.

Penguatan edukasi masyarakat juga menjadi perhatian utama, mengingat kesadaran terhadap pola makan, kebersihan, dan pemenuhan nutrisi masih berperan besar dalam keberhasilan penurunan stunting.

“Penanganan stunting tidak bisa parsial. Kita harus bergerak bersama, mulai dari edukasi, layanan kesehatan, hingga perbaikan lingkungan,” jelasnya.

Selain intervensi gizi, peningkatan akses sanitasi dan air bersih terus digenjot agar lingkungan tumbuh kembang anak semakin layak dan bebas dari risiko penyakit. Menurut Junaidi, tren positif selama ini—dengan penurunan sekitar 2–3 persen—menjadi bukti bahwa kolaborasi pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat mulai menunjukkan hasil.

Ia optimistis bahwa dalam dua tahun mendatang Kutim dapat mencapai angka stunting dua digit secara permanen, asalkan seluruh program tetap berjalan konsisten dan mendapat dukungan penuh dari semua pihak. (ADV)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup

IKLAN ADSENSE MELAYANG BAWAH