Acara dibuka oleh Asisten Administrasi Umum Sekretaris Kabupaten Kutim, Sudirman Latief, yang menekankan pentingnya profesionalisme dalam profesi guru. “Sebagai pendidik, kita harus terus meng-upgrade diri dalam hal kompetensi dan profesionalisme saat menghadapi anak didik,” tegasnya. Menurut Sudirman, seorang guru harus tidak hanya memiliki kualifikasi, tetapi juga kompetensi yang mendukung pengajaran.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesra, Sahman, menyatakan bahwa upgrading ini adalah langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pengajaran Alquran. “Kurikulum ini dirancang untuk menjawab tantangan masyarakat terhadap pendidikan TK dan TPA yang lebih berkualitas,” jelas Sahman. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan tahap akhir dari serangkaian upgrading yang telah dilaksanakan di berbagai kecamatan di Kutai Timur, mencakup zona 1, 2, dan 3.
Sahman juga menegaskan bahwa tujuan utama dari upgrading ini adalah untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang filosofi Ahmadiah dan menguasai metode pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum baru. “Kami berharap para guru mampu mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan teknologi dan pengetahuan terkini, serta meningkatkan kemampuan dalam pendidikan Alquran yang profesional dan akuntabel,” katanya.
Acara upgrading ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas pendidikan Alquran di Kutai Timur, serta memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan pendidikan yang profesional dan berkualitas tinggi. (Adv)












