Pansus LKPJ Bupati Kutim Tinjau Proyek Multi Years Pelabuhan Kenyamukan, Progres Capai 44%, Ditargetkan Rampung Tahun Ini

Sangatta, Etensi.com – Kunjungan lapangan Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Kutai Timur (Kutim) 2023 ke proyek multi years pembangunan Pelabuhan Kenyamukan pada Selasa (30/4/2024), dilakukan untuk melihat langsung progres fisik dan kondisi proyek tersebut.
Dalam kunjungan tersebut, Pansus LKPJ Bupati Kutim dipimpin langsung oleh Ketua Pansus Hepnie Armansyah, didampingi sejumlah Anggota DPRD Kutim lainnya, seperti Sayid Anjas, Faizal Rachman, David Rante, Basti Sanggalangi, dan Arang Jauh. Dalam kunjungan tersebut, terlihat anggota DPRD Kutim berdialog dengan para kontraktor pelaksana dan Dinas terkait, untuk mendapatkan informasi tentang progres pembangunan proyek Multi Years tersebut.
Ketua Pansus LKPJ Bupati Kutim Hepnie Armansyah mengatakan terkait proyek multi years pembangunan Pelabuhan Kenyamukan Sangatta, progresnya hingga saat ini sudah mencapai 44 persen dan ditargetkan rampung tahun ini.
“Tahun ini ditarget selesai, cuman permasalahannya lambat di mulai, sehingga dana yang terealisasi untuk pembangunan pelabuhan dari nilai yang dianggarkan tahun 2023 lalu, senilai kurang lebih Rp 70 miliar, hanya sekitar 15 persen yang terealisasi. Sehingga ada sisa anggaran tahun 2023 kurang lebih senilai Rp 45 miliar. Sehingga untuk tahun 2024 ini hanya ada sekitar Rp 50 miliar yang harus dipergunakan untuk menyelesaikan proyek tersebut,” kata Hepnie Armansyah.
Hepnie mengaku jika kontraktor pelaksana proyek Multi Years pembangunan pelabuhan Sangatta terbilang sangat baik, sehingga diproyeksikan pembangunan pelabuhan tetap selesai, namun hanya sesuai progres anggaran yang dikucurkan tahun ini senilai Rp 50 Miliar.
“Kalau 100 persen berdasarkan aturan, agak terbilang sulit lantaran pembangunan multi years terikat dengan nota kesepakatan antara Pemerintah dan DPRD Kutim yang ditandatangani tahun 2022 lalu,” jelasnya.
Sebab berdasarkan nota kesepakatan itu, tertuang bahwa di tahun pertama dianggarkan sebesar Rp 70 miliar dan di tahun ke dua dianggarkan sebesar Rp 50 Miliar.
“Sementara di tahun pertama anggaran keseluruhannya tidak terserap semua karena beberapa hal, seperti tender dan berbagai hal lainnya, sehingga memunculkan silpa. Sementara untuk tahun ini hanya dianggarkan Rp 50 miliar, jika dikatakan akan selesai 100 persen tidak, namun jika sesuai anggaran mungkin ia,” terangnya.(*/Adv)
![]()









