DPPKB Kutim Bina Pelayanan KB dan Kesehatan Reproduksi di Fasilitas Kesehatan

ETENSI.COM – Pelayanan keluarga berencana (KB) dan kesehatan reproduksi menjadi salah satu bagian yang terus mendapat perhatian di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Pembinaan dilakukan melalui fasilitas kesehatan sebagai bagian dari upaya menjaga keberlangsungan pelayanan kepada masyarakat.

Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutim, melalui Kepala Bidang (Kabid) Keluarga Berencana (KB), Hj. Mustika, mengatakan pembinaan pelayanan tidak hanya menyasar fasilitas kesehatan utama, tetapi juga mencakup jaringan dan jejaring yang terlibat dalam pelayanan KB.

“Pembinaan pelayanan KB dan kesehatan reproduksi dilakukan di fasilitas kesehatan, termasuk jaringan dan jejaringnya,” kata Mustika.

Menurutnya, keberadaan jaringan dan jejaring fasilitas kesehatan memiliki peran dalam mendukung akses masyarakat terhadap pelayanan KB. Dengan cakupan pelayanan yang terhubung, masyarakat dapat memperoleh informasi maupun layanan sesuai kebutuhan di fasilitas kesehatan yang tersedia.

Pembinaan juga menjadi bagian dari pemantauan terhadap pelaksanaan pelayanan KB di lapangan. DPPKB Kutim berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan agar pelaksanaan program dapat berjalan secara berkesinambungan.

Mustika menjelaskan, pelayanan KB tidak hanya berkaitan dengan penggunaan kontrasepsi. Aspek kesehatan reproduksi juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Pelayanan KB dan kesehatan reproduksi merupakan satu kesatuan dalam mendukung keluarga. Karena itu, pembinaannya juga perlu dilakukan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Saat ini, DPPKB Kutim menjalin kerja sama dengan 35 fasilitas kesehatan dalam mendukung pelayanan KB. Fasilitas tersebut menjadi bagian dari jaringan pelayanan yang menjangkau masyarakat di berbagai wilayah Kutim.

Mustika berharap pembinaan dapat memperkuat koordinasi antara DPPKB dengan fasilitas kesehatan, jaringan, dan jejaringnya sehingga pelayanan KB dan kesehatan reproduksi dapat terus berjalan dengan baik.

“Yang penting pelayanan tetap berjalan dan masyarakat mendapatkan akses yang baik melalui fasilitas kesehatan yang tersedia,” pungkasnya. (Adv/Kominfo)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *