Gelar Rapat Kerja Forum Petani Kelapa Sawit Kutim, Ini Kata Andi Arafah

KUTAI TIMUR – Andi Arafah pastikan rapat kerja Forum Petani Kelapa Sawit (FPKS) Kutai Timur segera dilaksanakan. Saat ditemui di Cafe Kopiria Bandi Raya Sangatta pada Kamis (09/12/2021), dalam agenda rapat persiapan Raker FPKS Kutai Timur, ketua Panita Pelaksana kegiatan Rapat Kerja FPKS Kutai Timur ini memastikan persiapan kegiatan sudah 80%, sehingga bisa dipastikan kegiatan ini bisa terlaksana pada tanggal 23 desember 2021 di hotel Victoria Sangatta.

Saat ditemui awak media, Andi Arafah menjelaskan bahwa, tujuan dilaksanakannya rapat kerja oleh FPKS Kutai Timur ini karena melihat bahwa sekarang ini ekonomi Micro dan Makro yang ada di Kutai Timur bisa di topang salah satunya oleh hasil pertanian kelapa sawit.

Namun masih banyak petani yang memang belum mendapatkan pengetahuan bagaimana cara menanam bibit sawit yang baik, bagaimana cara memilih bibit sawit yang bagus, kemudian cara memupuk kelapa sawit hingga bagaimana cara menjual hasil perkebunan sawit mereka.

Andi Arafah melanjutkan bahwa, dengan melihat hal tersebut, kami selaku pengurus Forum Petani Kelapa Sawit Kutai Timur merasa perlu untuk segera mengadakan rapat kerja, guna membahas hal hal yang berkaitan dengan persoalan persoalan yang tengah dihadapi oleh para petani kelapa sawit di Kutai Timur.

Persoalan terkait konflik Agraria juga menjadi topik utama yang akan dibahas saat rapat kerja Ujar Ketua Panitia. FKPS sebagai Organisasi yang menjembatani kepentingan Petani sawit yang ada di Kutai Timur, berupaya untuk menjadi jembatan para petani kelapa sawit dengan pihak pihak terkait sebagai pemangku kebijakan di pemerintahan Kutai Timur.

Dinas Perkebunan, Dinas pertanian dan juga ada beberapa undangan seperti Pupuk Kaltim dan lainnya, diupayakan untuk diundang menghadiri rapat kerja ini . Dan Jika tidak ada halangan Bupati Kutai Timur akan membuka acara raker ini dan akan di tutup oleh Wakil Bupati Kutai Timur, ujarnya.

Andi Arafah selaku Ketua Panitia Kegiata Rapat Kerja FPKS Kutim berharap bahwa, dengan adanya kegiatan rapat kerja ini, para petani menjadi lebih teredukasi dengan banyak pengetahuan terkait pertanian sawit yang selama ini mereka kelola, sehingga dapat meningkatkan ekonomi para petani.

FPKS juga berkomitment memperjuangkan nasib para petani sawit yang ada di Kutai Timur. Termasuk masalah harga jual dari hasil pertanian kelapa sawit dan keabsahan lahan yang selama ini di kelola. Andi arafah menambahkan bahwa, dulu harga Sawit hanya 400 Rupiah namun saat ini sudah lumayan baik harganya. Semoga kedepannya para petani sawit semakin solid khususnya para petani yang ada di Kutai Timur, tutupya. (/DL/)